teknik informatika

sudah hampir larut malam. beberapa hari selepas 1 Syawal yang lalu. warung kopi di tengah pusat Kabupaten Ngawi.

aku, Lil, Alit, Hasan, Muhtar dan Suko. selain Lil kesemuanya adalah kawan terbaik semasa sekolah menengah pertama dulu. pertemuan yang tidak terlalu direncanakan. hanya lanjutan dari potongan obrolan sederhana di jejaring sosial yang diteruskan dengan layanan pesan singkat operator seluler. maka berkumpullah kami, duduk dan bercengkerama.

Alit tetap di Jogja, seperti kabar terakhir selepas dari SMP dulu. tak sekurus dulu, sedikit agak berisi. semakin sehat sepertinya. semoga penyakit lamanya tak sering kambuh.

ketika obrolan semakin seru, aku dan Lil tiba-tiba saling berpandangan saat Alit bercerita mengenai kepindahan kuliahnya. setelah 1/2 lebih masa kuliahnya di jurusan yang lama, mendadak dia pindah ke jurusan lain. pindah ke Teknik Informatika. tidak aneh memang, tapi berasa janggal buat kami (saya dan Lil) ketika Alit bercerita dengan riang dan penuh semangat tentang ketertarikannya dalam dunia komputasi.

kami (saya dan Lil) hampir 7 tahun bergulat di Teknik Informatika sebagai siswa dan mahasiswa. 3 tahun sebagai siswa sekolah kejuruan dan 4 tahun di perguruan tinggi. dan selama masa itu rasanya tak pernah menemukan semangat dan ketertarikan yang begitu besar seperti yang ditunjukkan Alit. aku pribadi malah pernah merasa salah jurusan saat berada di tengah-tengah masa kuliah. merasa harusnya aku mengambil disiplin ilmu yang lain selain Teknik Informatika.

Lil tampaknya juga sama. tak terlalu antusias dengan dunia yang telah digelutinya selama 7 tahun dan telah menghantarkannya meraih gelar akademis itu.

tapi, mungkin begitulah adanya. apa yang menarik bagi kita belum tentu menarik bagi orang lain, begitu pula sebaliknya.

sekarang, buatku, sepertinya Teknik Informatika tak lebih hanya gelar di selembar sertifikat yang tersimpan manis di rak buku rumah. teori-teori langit dan kemampuan teknis yang sempat terasah dan seharusnya dikuasai dengan baik tak terlalu dimanfaatkan. rutinitas pabrik tak memaksa hal tersebut. dunia di luar pabrik juga tak terlalu menggugah semangat lagi seperti masa umur belasan dulu.

meski selalu ada niat baik untuk mencoba menggelutinya kembali, nyatanya sampai saat ini hanya dan tetap berada pada fase “niat”, tanpa pernah bergerak lagi.

Iklan

2 thoughts on “teknik informatika

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s