berdua

sekarang sudah berdua. tak lagi sendiri. rumah kecil di pinggir kota dengan udara yang segar dan dingin di mula hari tampak lebih dari cukup untuk saat ini. kehidupan baru. ada yang harus dijaga sekarang, lebih dari yang telah aku lakukan sebelumnya.

dan rumah tak seperti 10 bulan terakhir kemarin. sekarang lebih tertata, lebih mirip rumah yang sebenarnya dibanding sebelumnya. seminggu pertama, belanja ini-itu yang termasuk keperluan PRIMER. belanja dengan dana terbatas itu ternyata ada seninya juga. anggaran yang tak seberapa berusaha dicukup-cukupkan. dan alhamdulillah, syukur kepada Sang Pemberi Rezeki, apa-apa yang dibeli jauh lebih murah dari apa yang dibayangkan. sisa yang ada masih bisa dipakai untuk beli-beli hal-hal kecil yang lain. semoga ini menjadi pertanda yang baik akan kelapangan rezeki kami selanjutnya.

seminggu pertama masih bisa menemani dari pagi sampai pagi lagi. jatah cuti masih mengijinkan untuk tidak buru-buru kembali ke meja kerja. banyak hal baru yang terjadi. meski beberapa kali kepala Lil harus kena sikut di tengah malam karena gaya tidurku yang masih “liar”, aku suka dengan semua apa yang kami alami.ย hal-hal kecil yang lucu sampai hal-hal yang harus diputuskan dengan cepat dan tepat yang kemungkinan akan mempengaruhi keseharian kami selanjutnya dalam waktu cukup lama menjadi pengalaman baru yang mengasyikkan.

memang benar kata orang. ucapan “selamat menempuh hidup baru” bukan sekedar ucapan basa-basi. kehidupan kami memang berasa benar-benar baru. hal-hal yang tak kami bayangkan sebelumnya mulai terjadi.

menyenangkan juga saat bersapa kembali dengan tetangga rumah. do’a dan salam selamat terucap dengan tulus bagi kami. sedikit hangat begitu saja menyeruak. Ya Allah, semoga kami bisa menjadi tetangga yang baik. amin.

dan yang jelas sangat menyenangkan itu, kami punya rak buku baru!!! buku-buku kami sekarang bisa mudah dinikmati, tak lagi berjejal dalam tumpukan kardus berdebu. Lil yang jadi pustakawatinya. terima kasih, Perangkai Kataku.

yang terakhir sebagai pungkasan, terima kasih untuk semua kawan-kawan terbaik kami. terima kasih untuk do’a serta kehadirannya baik di Jember maupun Ngawi. bagi yang tak berkesempatan hadir, terima kasih juga untuk do’a yang pasti terucap meski tak bisa bertatap mata dengan kami.

terima kasih. do’a kalian menenangkan kami.

Iklan

4 thoughts on “berdua

  1. so sweet.. tulisan klo ditulisnya ‘pake’ hati memang terasa ya ? btw mbak lil, jadi pustakawati ya ? sip-sip-sip berarti chance untuk pinjem buku semakin terbuka lebar howahahahaha….
    ps. nggak pake denda ya mbak klo aku telat balikin bukunya ? ๐Ÿ˜›

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s