coklat panas

masih ingat tentang tentang dengan secangkir Coklat Panas dan segelas Strawberry Float di kedai kopi yang sering kita singgahi itu? kedai kopi yang memiliki ruang terbuka beratap langit di lantai duanya. itu?

itu malam. kelam. selepas lelah kerja. kusinggahi kamu. kujemput kamu di dari rumah singgahmu semasa di Surabaya dulu.

seperti biasa. kita tak pernah punya rencana akan kemana. dan kedai itu selalu jadi tujuan akhir saat kita tak tahu lagi harus kemana.

lantai dua. tempat favorit kita. tepi selasar. meja bundar dengan kursi kecilnya. aku di timur, kamu di barat. kita berhadapan.

Mas Pelayan datang, menghampiri dengan 2 buah buku menu. tak lama kita sudah menentukan apa pilihan kita.

“Coklat Panas!”, ucapmu lembut.

“Strawberry Float satu ya, Mas?!”, lanjutku.

kemudian kita kembali hanya berdua. sedikit sapa dan galau resah hari saling terkabar diantara kita.

semenit, dua menit, dan beberapa menit lewat sudah.

Mbak Pelayan datang.

sedikit senyum mengawali sapanya.

“Coklat Panas ya, Mas?!”, ucapnya ramah sambil menaruh secangkir Coklat Panas di depanku.

“Mbaknya Strawberry Float.”, lanjutnya sambil menaruh segelas di mejamu.

“Silakan…”, sapa dia ramah sebelum beranjak.

sedetik. dua detik. kita hanya berpandangan.

kemudian tawa renyah terurai.

dengan masih tersungging tawa di bibir, tangan kita bergerak menukar minuman. Coklat Panas untukmu, Strawberry Float untukku.

ah!, aku rindu malam-malam seperti itu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s