2009

Terimakasih 2009.

Meski tak semua hal sesuai harapan dan melegakan, setidaknya ada beberapa capaian yang sangat berarti.

2009 bisa jadi menjadi tahun terberatku dalam mengelola emosi. Kompromi yang telah kulakukan terlalu kompleks untuk di reka ulang. Semoga sisa tekanan yang masih ada bisa sedikit aku lepas di 2010.

Catatan terburuk masih mengenai kuliah. Perjalanan yang nyaris di ujung tak jua bergerak signifikan. Semuanya cenderung melambat. Titik puncaknya di akhir 2009, progressku nyaris “0”, alias tak ada progress berarti.

Finansial makin berantakan. Bocor parah di sana-sini. 2010 harus lebih “dewasa” untuk urusan ini.

Berat badanku naik! Jadi agak endut. 😦 Olahraga, Dev! Olahraga!

Pekerjaan makin menyenangkan meski makin kerasa bagaimana begitu. πŸ™‚ Susah senang, campur aduk. Berat ringan, silih berganti.

Asmara… (pemakaian kataku sangat “enggak banget”) πŸ˜€ Sejak awal tahun ada Ulil yang menemani. Aku suka, teramat suka. Makasih, Ulil.

Yang lain…

Tahun terakhirku di Kertajaya sepertinya, cepat atau lambat, sebelum triwulan ke-3 2010 kemungkinan akan cabut ke Trosobo.

Kemarin habis beli seragam bolanya Persik Kediri. Berhasil nawar dari 50 ribu jadi 40 ribu. Tak terlalu buruk buat laki-laki. πŸ™‚

Dan akhirnya…

Terimakasih 2009. Sepertinya malam terakhirmu akan kuhabiskan di dalam kereta api. —

Devi Awaluddin Zuhdi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s