senyum

pagi itu, hari kamis di tengah Februari yang basah. mata masih memerah setelah begadang dengan kawan sekolah menengah dulu. setengah sadar kumasuki pintu kamar hotel di tengah bilangan kota Malang. tanggungan report yang harus sampai ke Surabaya sebelum jam masuk kantor mencegahku untuk memejamkan mata.

report sudah selesai, tapi hati masih saja bergejolak. ada rindu diantara desah nafas yang masih berusaha beradaptasi dengan dingin udara Malang. rindu kepada bait senyum yang beberapa malam lalu masih sempat kutemui.

tiba-tiba, jari tak mau berhenti bergerak, rangkaian kata terangkai dalam kotak pesan. beberapa menit kemudian, setelah pertengkaran antara hati dan logika, pesan yang nyaris terdiri dari 1.000 karakter itu berbalas. mengabarkan tentang senyum yang saat itu aku rindukan baru saja tersungging disana, di Surabaya, kota yang mempertemukan kami.

dan akupun juga tersenyum. membayangkan senyum manis itu baru saja tersungging dengan indahnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s