ngopi part 1

lebih dari 4 tahun menjadi penduduk Surabaya, kebiasaanku ngopi sepertinya makin menjadi.

 awal-awal di Surabaya, saat masih nebeng di tempatnya Bram di Sidosermo, sering malam-malam panjang nan sepi kami lewatkan buat duduk bercengkrama menikmati wangi kopi di Warung Kopi ujung Jl. Sidosermo Indah. Warung Kopi itu juga menjadi tempat wajib untuk menjamu kawan-kawan yang kebetulan mampir di Surabaya.

 lepas dari Sidosermo, tempat tinggal baru berada di Kertajaya, itu dimulai sekitar Februari 2006. tempat makan malam sekaligus tempat ngopinya di Warung Kopi Giras punyanya Mas Aris yang ngaku asli Lamongan. lokasinya di ujung Jl. Gubeng Kertajaya 5. jika ditelusur ulang, hampir 4 tahun sudah aku berada di Kertajaya, dalam kurun waktu itu juga interaksiku dengan Warung Kopi Giras terjadi.

 kami, punya nama tersendiri untuk Warung Kopinya Mas Aris, namanya WARJO, akronim dari WARung iJO. asal katanya dari kain penutup warung yang sejak dulu kala berwarna hijau. di warung kopi ini juga, interaksiku dengan beberapa kawan-kawan studiosewelas sekitaran Kertajaya sering dilakukan, mulai dari sekedar nongkrong iseng, curhat-curhat laki-laki sampai membahas sesuatu yang sedikit serius. warung ini juga yang beberapa tahun terakhir menjadi jujugan yang kutawarkan bagi setiap kawan yang menyempatkan mampir di Surabaya.

 Kang Balung, exCangkrukan yang sekarang menetap di Solo, beberapa kali juga pernah kupaksa nongkrong disini, ngerumpi hangat tentang Mayda, Kang Poens, Kang Gogoz, Mbak Uyet, Pak Kriwul dan kawan-kawan exCangkrukan lainnya. masa-masa sekitar 2007.

 ada juga Warung Kopi Pucang, begitu kami menyebutnya karena lokasinya di Pasar Pucang, Surabaya tentunya. Bagus Aditya yang mengenalkannya kepadaku, kawan studiosewelas yang juga menetap di Surabaya. warung lesehan di emperan toko kain yang tutup jika malam tiba. kopi susu jahe menjadi favoritku disini.

 Warung Kopi Pucang juga menjadi tempat kumpul semi resmi kawan-kawan studiosewelas surabaya dan Wikusama Bikers Community (WBC) Chapter Surabaya. iya, dulu kami punya klub motor. filial WBC pusat yang ada di Jakarta sana.

 di Pucang juga Touring Perdana WBC dibahas. di Pucang juga seluruh aktifitas kopi darat WBC Surabaya terekam. sampai akhirnya WBC mati suri, kopi darat terakhir juga di Pucang.

 bagi kawan-kawan studiosewelas, Pucang menjadi tempat kumpul semi resmi juga. jika sedang ingin kumpul rame-rame, dengan peserta diatas 7 orang, Pucang jadi satu-satunya tempat merakyat yang paling mudah dijangkau dari segala penjuru Surabaya.

 terakhir ke Pucang saat menjamu Zona Ariemenda yang kebetulan ke Surabaya, kawan studiosewelas yang sehari-hari berjibaku dengan derap kota Jakarta. itu sekitar bulan July kemarin.

 …

 (bersambung)

 *)ngantuk, tidur dulu 🙂
~ devi awaluddin zuhdi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s