sonet 5

Malam tak menegurmu, bergeser agak ke samping
ketika kau menuangkan air mendidih ke poci;
ada yang sudah entah sejak kapan tergantung di dinding
bergegas meluncur di pinggang gelas-waktu ini.

Dingin menggeser malam sedikit ke sudut ruangan;
kautahan getar tanganmu ketika menaruh tutup
poci itu, dan luput; ada yang ingin kaukibaskan.
Kenapa mesti kaukatakan aku tampak begitu gugup?

Udara bergoyang, pelahan saja, mengurai malam
yang melingkar, mengusir gerat-gerit dingin
yang tak hendak beku, berloncatan di lekuk-lekuk angka jam.
Malam tidak menegurku. Hanya bergeser. Sedikit angin.

Ada yang diam-diam ingin kauusap dari lenganmu
ketika terasa basah oleh tetes tik-tok itu.

*) Sajak Sapardi Djoko Damono.

Tak banyak sajak dari Sapardi Djoko Damono yang kukenal, tapi aku masih ingat perkenalan pertamaku dengan sajak-sajaknya, itu terjadi sekitar 2 tahun lalu, sajak 2 bait yang begitu mengagumkan, sederhana tapi begitu kuat, begitu mengena.

Selamat datang dalam dunia Sapardi Djoko Damono.

PS: ada yang punya arsip Sonet 1 – Sonet 4? bisa dibagi ke saya?

Iklan

3 thoughts on “sonet 5

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s