sahabat, part 1

petang tadi, sambil nunggu konfirmasi dari teman-teman vendor mengenai project pabrik, menyempatkan ngobrol dengan 2 orang sahabat lewat IM. 2 sahabat yang sebenarnya juga sering sekali ditemui secara fisik. jadi tampak agak aneh ketika kami terlibat percakapan serius dan seru saat bersua dalam bingkai IM. 🙂 yang dibahas ndak begitu penting, cuma sedikit ganjalan hati yang begitu mengganggu sebulan ini, sekedar mencari peneguh langkah.

dulu, ketika masih berseragam putih-merah, ada beberapa kawan yang lumayan dekat dengan saya, kedekatan yang tidak cuma di sekolah tapi juga selepas jam belajar. sering sekali mereka menyempatkan maen ke tempat tinggal saya yang relatif paling jauh dari semua tempat tinggal para murid sekolah saya itu. SD saya tidak berada satu desa dengan tempat tinggal saya, tapi berada di desa tetangga desa tetangga saya. jadi begini ilustrasinya ‘desa saya’ –> ‘desa tetangga’ –> ‘desa tempat sekolah saya’. untuk ukuran anak SD yang baru mengenal sepeda pancal, jarak 2 desa itu sudah lumayan jauh.

salah satu yang masih saya ingat dan sempat bertemu tempo hari agak lama (2 tahun yang lalu sepertinya) adalah Puguh. orangnya kurus dan tinggi, macam Yao Ming begitu mungkin, tapi tak setinggi dan seberisi dia pastinya. 🙂 selain sekolah, dia juga nyambi jualan koran di perempatan Jalan Karya Ngawi. beberapa kali aku ikut menemaninya jualan meski hanya duduk-duduk di tepi jalan sambil menunggu dagangannya yang belum laku.

nama panggilannya di sekolah cukup aneh, dia dipanggil “cawik”, “cawik” itu bahasa jawa yang berarti kegiatan membersihkan diri setelah buang air, baik itu BAB maupun sekedar BAK. nama panggilan itu bukan diciptakan oleh lingkungan sekolahan, tapi nama yang dibawanya dari rumah, jadi dia dipanggil dengan nama itu juga oleh keluarganya ketika di rumah. tapi sepertinya ada 1 atau 2 orang keluarganya yang konsisten memanggilnya dengan Puguh, 1 orang itu bapaknya Puguh dan 1 lagi adeknya yang paling kecil sepertinya (dia itu 5 atau 6 bersaudara begitu kalau tidak salah).

Puguh sering membantu saya dalam banyak hal, kami sering satu team kalau ada tugas yang harus dikerjakan berkelompok. dia tipikal “kakak” yang baik. sering sekali tugas kelompok yang harusnya kami kerjakan dengan porsi seimbang dan merata akhirnya sebagian besar diambil alih oleh dia. sebagai imbalannya, saya yang agak lumayan dalam pelajaran eksakta membantunya belajar hal-hal yang tidak dia kuasai. Simbiosis mutualisme. 😀 kabar terakhir, Puguh kerja di showroom sepeda motor di Ngawi sana, Ayah saya sempat bertemu sekitar awal tahun lalu.

selain Puguh, ada beberapa lagi kawan SD yang lumayan dekat dengan saya, ada Septian yang begitu pendiam dan seperti “tertekan” namun rajin dan telaten, ada Sutikno yang baru sadar kalau namanya Sutikno saat kelas 5 SD. jadi begini ceritanya, Sutikno sejak saya kenal ketika kelas 3 SD selalu memakai nama Sutiknyo (ada beda huruf “y”), semua buku, daftar absen dan banyak hal di sekolah ditulis dengan nama itu. suatu saat, kelas 5 SD kalau tidak salah, sebagai persiapan naik ke kelas 6, semua siswa didata ulang, dilihat lagi akta kelahiran, kartu keluarga dan surat kelahirannya, untuk memastikan tidak ada kesalahan penulisan nama dan nama orang tua. bersama 1 orang lagi teman yang sayang sekali saya sudah lupa namanya, Sutikno ini termasuk 2 siswa yang ketahuan kalau nama yang biasa dia pakai selama itu salah, jadilah sejak saat itu semua orang di sekolah membiasakan memanggilnya dengan nama baru itu. pada awalnya agak aneh juga, tapi akhirnya terbiasa. cita-cita Sutikno saat SD itu adalah menjadi sopir bus antar kota, ingin mengikuti jejak Bapaknya yang jadi sopir bus.

tipikal pergaulan masa SD yang masih hijau, sepertinya tak ada kisah yang berhubungan dengan curhat atau diskusi aneh macam intro tulisan saya ini. masa kanak-kanak, berkutat di sekolah, tugas sekolah, jalan-jalan dengan sepeda dan main bola. 😀

kebersamaan kami berakhir selepas SD, kami masuk jenjang menengah yang berbeda. Puguh, Septian dan Sutikno serta beberapa kawan lain masuk MTsN 1 Ngawi, saya sendiri, satu-satunya lelaki dari SD saya yang masuk SMPN 2 Ngawi, bersama 3 srikandi yang setia bersaing dengan saya di level atas nilai raport tiap tahun sejak kelas 3 SD (aku dan 2 orang srikandi itu baru bertemu kelas 3 SD saat kami sama-sama pindah dari SD lama kami ke SD terakhirku itu). Lina Nurulita, Ira Suciati Purwaningrum dan Nurul Hidayati.

saya masuk SMP tahun 1999, selepas gonjang-ganjing politik Indonesia pasca kejatuhan mantan presiden Soeharto. SMP yang sama dengan SMP yang ditempuh Ibu dulu. SMP dengan bangunan tua ex jaman Belanda, tepat di jantung Kabupaten Ngawi, sebelah timur Aloon-Aloon Ngawi.

tahun pertama di tempatkan di kelas 1B, ruangan kelas ini di komplek bangunan baru di sisi belakang, dipisahkan oleh parit dan sungai. ruangan pembawa petaka. salah satu kawan kami harus pergi mendahului kami karena demam berdarah di tengah tahun pertama.

di tahun pertama SMP, saya menjadi dekat dengan 2 orang, Hasan Sakri Ghozali dan Gita Laksmana. kedekatan yang lebih disebabkan faktor geografis. rumah kami tidak terlalu dipisahkan jarak, setiap berangkat selalu bersama, aku dan Hasan bertemu di pertigaan gang kemudian Gita menunggu di depan rumahnya. kami bertiga plus Arya sempat jadi 1 team dalam tugas Kesenian. saat itu kami diminta membuat komposisi tari modern. meskipun hasilnya menurutku berantakan, sepertinya nilai yang kami dapat cukup memuaskan. 🙂

kelas 1 SMP, masih hijau juga, cuma sempat bikin sedikit masalah di akhir tahun. saat itu, kami kelas 1B, diminta pihak sekolah mewakili sebagai peserta Upacara Bendera di Aloon-Aloon Ngawi. karena capek, anak-anak sekelas sepakat akan membolos dari kewajiban BBI (Bimbingan Belajar Intensif), semacam kelas tambahan wajib di sore hari. saya dan beberapa kawan jadi membolos kemudian main Play Station di sebuah rental PS sampai sekiranya waktu pulang BBI. jadi sampai dirumah tidak ada pertanyaan dari orang rumah. tapi malang tak dapat ditolak, ada beberapa kawan yang tak berani membolos BBI, akhirnya semua kawan-kawan termasuk saya (lebih dari 2/3 kelas) diwajibkan oleh sekolah membuat surat pernyataan untuk tidak membolos lagi yang ditandatangani Orang Tua. karena takut dimarahi Ayah, tanda tangan beliau aku palsukan. 🙂

kelas 2 aku masih tetap di kelas B, Gita dipindah ke kelas H dan Hasan tetap di kelas A, sama seperti kelas 1 dulu. kelas 2B kami di komplek depan di sebelah belakang, tepat di pojokan. jadi jendelanya di sisi belakang dan samping kiri. di kelas 2 ini jadi jauh dengan Gita, tapi tetap dekat dengan Hasan dan ketambahan dua orang lagi, namanya Bondan Alit Sangaji dan M Fajar Buana. Alit satu kelas dengan saya di 2B, Fajar satu kelas dengan Hasan di 2A.

di tahun inilah kami sudah tidak “hijau” lagi, Fajar itu teman ngobrol yang menyenangkan, juga lawan sepadan dalam main PS. 😀 di tahun ini sudah dimulai yang namanya curhat dan “diskusi” yang tidak penting bagi kemajuan pelajaran. yang paling sering bikin “masalah” itu Alit, disusul Hasan, saya dan Fajar cuma pendengar setia dan penyeimbang. di kelas 2 juga, untuk pertama kalinya karangan saya dalam Bahasa Indonesia dipuji, nama beliau Ibu Pur, guru Bahasa Indonesia kami. saya lupa menulis apa waktu itu, tapi yang jelas saya senang sekali, padahal tulisan tangan saya bisa dibilang typical tulisan tangan dokter. 😀 Ibu Pur ini tidak mengajar kelas 2A karena di kelas itu ada putri beliau yang sekarang di mengambil study di FKH UNAIR Surabaya. pujian yang akhirnya sedikit menimbulkan “masalah” khas ABG bau kencur. :))

kelas 2 itu masanya main sepak bola. saking semangatnya pegang bola, saya sempat harus merogoh tabungan untuk mengganti kaca ruang kelas yang pecah berantakan karena bola yang saya mainkan. 😦

saya masih ingat juga, saat hari valentine kelas 2, saat yang lain saling tukar cokelat dan hadiah, saya dikasih Fajar gelang karmentel warna hijau, sayang gelang itu sekarang lenyap, padahal seingat saya masih sempat saya pakai saat di Surabaya, awal waktu di Surabaya mungkin. semoga sempat ketemu lagi lain kali, saya masih yakin gelang itu terselip disuatu tempat, tidak benar-benar hilang. maafkan saya Jar 😦

sekarang, januari 2009, Hasan masih di UNS Solo, calon wartawan yang sedang sibuk di tahun terakhir kuliahnya. Gita sebentar lagi menjadi bapak, sekarang tetap di Ngawi. Alit sudah lama tidak terdengar kabarnya, cerita terakhir katanya dia sempat ambil kedokteran di Jogja. Fajar InsyaAllah masih di Malang, di FMIPA Unibraw, calon politikus, mantan simpatisan PAN yang terkahir ini kalau tidak salah menjadi salah satu kader PKS, semoga kuliah dan politiknya jalan sama suksenya. Puguh kemungkinan masih di showroom Sepeda Motor di Ngawi, semoga bisa silaturahmi suatu waktu nanti. Sutikno dan Septian sudah tidak ada kabarnya. Ira dan Nurul juga sudah tidak tahu kemana rimbanya. Lina terakhir ketemu di Surabaya saatnya cowoknya yang juga kawan saya di Malang dulu sakit di tengah 2008 lalu, baru saja selesai D3 dari UNS, semoga sekarang sudah nyaman dalam pekerjaan atau melanjutkan study. Ibu Pur InsyaAllah masih sehat dan setia di SMPN 2 Ngawi, begitu kabar terakhir dari putrinya saat bertemu lebaran kemarin, putri yang sekarang di Surabaya, tahun terakhirnya di FKH UNAIR. Arya sekarang di Depok, ambil study tentang nuklir di UI (te nggawe bom to Ya?), dan saya masih di Surabaya, bersama sahabat-sahabat saya. 😀

senang bisa mengenal kalian!

Iklan

4 thoughts on “sahabat, part 1

  1. suatu hari nanti, sahabat akan sangat berarti bagi kita semua. maka jalinlah persahabatan dimana saja kau berada. 😉

    thanks udah nemenin mlaku2 malem suroan yo rek .. sepurane aku muleh dhisik, digoleki karo ibuke arek-arek ngejak ndelok kembang api bareng2 .. hehehehe 😀

  2. #kang yudhi: wokeh kang, suwun sisan, tapi photoku ndi? mosok ra di share? 😀

    BTW, terakhir ketemu nang SBY karo Ponorogo wingi kok bedo adoh kang? koyok ketok gimana gitu… 😀 ndak secerah wayah di SBY dulu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s