rectoverso

pada awalnya seh sudah tertarik saat pertama keluar ni buku, tapi karena masih banyak stock buku di kamar, ketertarikan itu aku tunda dulu. tapi ternyata penundaan itu ndak bisa begitu lama, anak-anak pada rame di milist ngobrolin buku ini. terpaksa sabtu malam kemarin pukul 20.35 ke Toga Mas Petra di Dharmawangsa (padahal lagi nonton ISL). dapetlah bukunya itu, tapi sayangnya gak ada CDnya sekalian disana. setelah SMS tetangga kosan agak jauh dapetlah info kalo di Aquarius harusnya ada (ya iyalah, Aquarius kan toko lagu?).

tapi sayangnya saya ndak jodo kali ini, begitu nyampai depan Aquarius yang di polisi istimewa itu, lha kok tepat saat mbak’e nutup pintu. :(( ya sudah, berarti emang belum diijinin beli CD ori, Tuhan sepertinya tahu duit saya ndak seberapa. :)) so, sampai di warkop ujung gang email anak-anak buat share album lengkapnya. download’lah saya dari indowebster ketika dah di kosan setelah ujan berenti. untung pulsa AXIS masih ada beberapa ratus ribu, ndak sampai 15 menit (meskipun pakai acara pause and resume buat njaga speed koneksi) selesailah itu lagu di unduh ke kompie.

ternyata apa yang di ucap tetangga kosan yang agak jauh tadi yang ngasih tahu saya dimana dapetin CD itu benar, “sendiri belum cukup, karena dengan berdua bisa saling melengkapi”. tapi ternyata akhirnya kepikiran di belakangan, dia tadi bicara itu soal buku ma CD apa soal pasangan hdup ya? *) kabur menghindari sambitan sendal

jadi kesannya gimana dev ma tuh buku?

kesannya? ndak terlalu istimewa, saya masih suka Rico de Coro di Filosofi Kopi. tapi bukaan prosanya cukup mengena di buku ini, Curhat Buat Sahabat bakal terasa dekat bagi orang-orang yang memiliki sahabat dekat.

o iya, saya belum selesai baca, masih 30% lagi kayaknya. πŸ˜€

*) tata bahasa saya kembali rusak gara gara Pidi Baiq! arggghhhh………

**) credit gambar ke www.dee-rectoverso.com

Iklan

9 thoughts on “rectoverso

  1. itu kata2 tentang buku sama CDnya, aslinya mo ditulis β€œsatu belum cukup, karena dengan dua bisa saling melengkapi” tapi kurang bagus jadinya ditulis seperti itu biar lebih mendramatisir, sempat mikir juga abis kirim sms itu, kamu mikirnya apa ya??? hehehe
    hahaha kamu kena pengaruh pidi baiq juga??? kacau!!!

  2. #deprot: omdo thok we kiy dep! πŸ˜›
    #ristanait: hahakz… soal buku ya? (masih ndak percaya). tapi di Drunken Molen, gaya bahasanya kurang “kacau”, ndak begitu asyik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s