FPI, Ahmadiyah dan Gus Dur

sebenere males mau nulis sesuatu tentang ini. kenapa? karena ini semua berkaitan dengan prinsip, ideologi dan kepercayaan yang ndak bisa begitu saja diubah karena suatu hal. kemudian juga tentang penempatan masalah yang menurut saya tidak pada tempatnya. FPI dan Ahmadiyah itu urusan yang berbeda. kadang ngrasa jengah juga dengan pemaksaan keterkaitan 2 hal ini dalam satu bingkai permasalahan yang dianggap sama.

akhirnya setelah berusaha menahan diri ndak ikut campur dalam obrolan tentang hal ini di milist wiku wiku, ternyata kepleset juga ikut turun gelanggang. šŸ™‚

press release NU melalui Pak Hasyim tentang Ahmadiyah telah keluar, secara institusi, NU satu sikap dengan MUI, Ahmadiyah itu sesat dan menyesatkan. dan sikap NU masih tetap sama, Ahmadiyah dipersilahkan kembali ke Islam yang sebenarnya atau bikin agama sendiri dengan tidak mebawa-bawa Islam. kemudian apa yang menarik? yang menarik adalah soal Gus Dur. semua media hampir sepakat dan satu kata mengabarkan bahwa Gus Dur berada di barisan terdepan pihak pihak yang membela Ahmadiyah. padahal, dogma yang berkembang di sebagian massa akar rumput selama ini adalah NU itu Gus Dur dan Gus Dur itu NU. jadi jika kembali ke press release NU dan kabar yang dibawa media tentang Gus Dur dan Ahmadiyah, jelas telah terjadi kontradiksi sikap.

tentang kontradiksi ini, ada sedikit usaha pelurusan dari seorang rekan di milist wiku wiku. menurut beliau, yang dibela Gus Dur tentang Ahmadiyah itu bukan soal aqidah Ahmadiyah, bukan tentang sesat atau tidak sesatnya Ahmadiyah. tetapi tentang pembubaran Ahmadiyah sebagai sebuah organisasi. menurut beliau, pembubaran organisasi Ahmadiyah itu yang tidak dapat dibenarkan, karena secara legal dalam konstitusi Indonesia, kebebasan berserikat dan berkumpul itu dilindungi. kemudian beliau mengambil contoh usaha Gus Dur semasa presiden untuk melegalkan agama Konghucu sebagai bagian dari Indonesia, apakah saat itu Gus Dur tiba tiba menjadi penganut Konghucu karena kedapatan membela Konghucu?

jadi, jika memang usaha Gus Dur soal Ahmadiyah itu murni tentang kebebasan berorganisasi dan berkumpul serta mengeluarkan pendapat, bukan soal aqidah Ahmadiyah, maka ada satu lagi kontradiksi yang saya temukan. Gus Dur (menurut apa yang diberitakan teman teman media selama ini) menuntut pembubaran organisasi FPI, tolong diberi garis bawah dan stabillo, pembubaran organisasi FPI. di satu sisi berteriak tentang kebebasan berorganisasi, di sisi lain menuntut pembubaran sebuah organisasi yang belum terbukti secara institusi melanggar hukum. mohon dicatat, secara institusi, Ahmadiyah dan FPI belum terbukti bersalah secara hukum (belum divonis bersalah).

kembali ke Ahmadiyah, tentang pembelaan sebagian orang dengan dalih kebebasan beragama. penempatan kasus Ahmadiyah dalam bingkai kebebasan beragama adalah penempatan yang tidak pada tempatnya. sejauh ini, Ahmadiyah masih mengklaim dirinya sebagai bagian dari Islam, bukan agama diluar Islam seperti halnya Kristen, Katolik, Budha dan Hindu. penistaan yang dilakukan Ahmadiyah terhadap Islam sama dengan penistaan yang pernah tercatat dalam sejarah terjadi terhadap agama lain (Kristen dan Katolik). dan perlu diingat, kasus Ahmadiyah ini bukan kasus baru, ini kasus lama yang sebenarnya juga telah dicatat dalam sejarah bangsa ini dan sejarah dunia.

jadi, jika pada akhirnya terbukti Ahmadiyah melakukan praktik penistaan agama Islam secara terorganisir, pembubaran organisasi Ahmadiyah dan pemberlakuan proses hukum kepada setiap pihak yang berhubungan dengan Ahmadiyah tidak lagi masuk dalam ranah kebebasan beragama, yang berarti tidak akan ada pelanggaran kebebasan beragama yang dilakukan pemerintah. sejauh ini pemerintah masih memberikan toleransi kepada Ahmadiyah dengan SKB yang hanya berisi permintaan penghentian praktik penyebaran ideologi yang menistakan agama Islam, bukan pembubaran organisasi Ahmadiyah. masih ada waktu bagi saudara saudara yang terlanjur tergelincir di Ahmadiyah untuk bertobat dan kembali ke Islam yang sesungguhnya.

tentang FPI, jika memang terbukti aksi kekerasan yang mereka lakukan selama ini dilakukan secara terorganisir dan dengan kesadaran penuh atas inisiatif organisasi, maka pemerintah berhak mengambil tindakan hukum yang sesuai. kita tinggal menunggu aksi kepolisian untuk mengungkap dalang kasus Monas kemarin, apakah memang AKKB sebagai provokator utama yang sengaja memancing kerusuhan untuk kepentingan mereka sendiri dengan memanfaatkan “kepolosan” anggota FPI atau murni tindakan kekerasan oleh FPI dengan kesadaran penuh dan terorganisir. perlu diingat, aksi pembelaan diri dan penyerangan yang direncanakan itu berbeda konsekuensi hukumnya. semoga kepolisian bertindak benar tanpa menghiraukan tekanan tekanan dari pihak luar.

link yang mungkin terkait:
Tentang SKB Ahmadiyah
Sekali Lagi Tentang SKB Ahmadiyah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s