masyarakat film indonesia

keputusan MK soal tuntutan MFI untuk membubarkan LSF telah keluar. MK menolak membubarkan LSF karena hal itu bertentangan dengan UU Perfilman Tahun 1992 yang masih berlaku. MK menyarankan untuk membuat UU baru sebagai pengganti UU tahun 1992 tsb. MFI merasa puas dengan keputusan ini. LSF tetap meradang dengan keinginan MFI.

anwar fuadi, artis senior itu bahkan sempat berkomentar cukup kasar “siapa itu MFI, baru 2 hari bikin film saja sudah sok. bla bla bla bla…. kalau film bikinan nia dinata yang judulnya “perempuan bla bla” itu tidak kita cegah keluar, pasti umat Islam yang akan meradang. karena film itu jelas jelas melecehkan Islam. bla bla bla bla…. LSF itu ada untuk melindungi masyarakat.”

MFI, masyarakat film indonesia, MFI digawangi riri reza dan mira lesmana, dibelakangnya ada orang orang yang sok mengatasnamakan insan film indonesia. tujuan mereka satu. BUBARKAN LSF karena LSF mengebiri keatifitas dan bertentangan dengan demokrasi dan HAM. itu alasan mereka.

masyarakat kita sudah cerdas, biarkan masyarakat yang menilai mana yang baik dan mana yang buruk. tidak perlu lagi ada lembaga lembaga pemerintah yang maen potong dan cekal seperti LSF itu. ini argumentasi mereka.

semua film asing (hollywood, asia timur, eropa) yang masuk indonesia dan diputar di bioskop atau cuman lewat DVD (jalur legal) itu lolos LSF. sangat banyak yang recommended dan layak tonton. misi dan pesan yang dibawanya juga masih tetap bisa dibaca penonton meskipun kadang ada beberapa yang terpaksa di potong LSF.

jadi bukan salah LSF kalau film yang MFI buat ancur dan ndak layak tonton. jadi bukan masalah kreatifitas yang dikekang ketika film film bikinan MFI busuk. apakah Nagabonar 2 ndak lolos LSF? ia lolos dan sangat layak tonton.

jika MFI membawa HAM sebagai bemper pembubaran LSF, maka MFI juga telah melanggar HAM orang orang yang ingin anak cucunya disuguhi film film sehat, bukan film dengan isi dan tujuan merusak peradaban. kita masih butuh LSF untuk menjaga film film Indonesia tetap dijalur yang benar dan sehat.

*) sebenarnya saya sendiri ndak yakin MFI berniat membubarkan LSF, mungkin kata yang lebih tepat mereformasi atau menempatkan LSF di tempat yang sebenarnya. tapi sayangnya, media terlanjur memblow-up aksi MFI sebagai aksi pembubaran LSF. saya sudah sangat eneg dengan kinerja sebagian teman teman di media yang cenderung memblow-up sesuatu tapi tidak di jalur yang sebenarnya, sehingga informasi yang diterima masyarakat menjadi bias dan tidak lengkap.

**) BTW, sinetron sinetron kejar tayang ituh lewat LSF ndak seh sebelum tayang di TV? kalau memang sudah lewat LSF dan masih lolos tayang di TV brarti emang LSF perlu dibenahi cara kerjanya. bukan dibubarkan lho ya. 😀

Iklan

5 thoughts on “masyarakat film indonesia

  1. – sebenarnya bagus juga ada second opinion 😀
    baiknya kan keduanya bisa saling sinergi dan sparing partner 😀 .

    – komentarnya anwar fuadi sepertinya cenderung ad hominem. harusnya ide dan pesan yang di kritisi, bukan subyeknya

    – media main stream suka main blow up ? lah gak ada kontrol koreksi …

    – sinetron kejar tayang saya pikir udah jauh banget kebangetennya !

  2. #dadan: kalo liat wajahnya anwar saat di wawancarai kemaren, sudah tampak lelah dan emosi. jadi wajarlah kalo komentarnya juga “nglantur”. :)) ini salah satu fungsi media juga, memperkeruh suasana. ;)) kalo ndak disiarkan di tipi, paleng komentar anwar gak ada yang nanggepin, riri reza dan mira lesmana pastinya juga ndak tahu kalo anwar komentar gituan. tipinya juga gitu seh, saya yakin di ruang sidang anwar juga sudah berkomentar secara serius dengan mengkritisi ide MFI, tapi karena ndak bakal bikin sensasi, jadi ndak di tampilin ma tipi tipi itu. ini kali lho ya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s