seberapa bersih diri kita?

kadang, saya sering merasa lebih baik atau lebih tahu daripada seseorang. melihat wasit liga indonesia yang sangat jelas berat sebelah saya lancar saja menghujatnya, melihat penyeberang jalan yang nyelonong begitu saja dengan reflek saya memaki maki. sepertinya, saya merasa jauh lebih baik dari apa apa yang saya lihat. tanpa sadar, saya selalu merasa mempunyai solusi lebih baik dari kejanggalan kejanggalan yang terlihat.

“wasit goblok, harusnya itu tadi ndak pinalti, wong jelas jelas diving gitu, dibayar berapa to?”

“janc*k, mbok yo lak nyebrang kiy nang jembatan penyebrangan kono lho, nyowone rangkep be’e”

entahlah, sikap sok bersih dan sok tahu itu seperti sesuatu yang begitu saja hadir. padahal kalo diingat ingat, sayapun sering melakukan kejanggalan kejanggalan. nerobos lampu merah karena terburu buru, “nitip sidang” ke polisi waktu kena tilang, dan banyak lagi.

jadi ingat cerita seorang kawan yang pernah terjun di LSM.  dia pernah jadi anggota sebuah LSM di sebuah kabupaten diujung timur P Jawa. 1 proyek yang masih jelas diingatnya adalah ketika menjadi bemper kepala daerah di kabupaten tersebut yang tersangkut korupsi dan diminta mundur. kerjaannya saat itu adalah membikin opini positif tentang kepala daerah tersebut dan menggerakkan massa tandingan jika ada massa yang berusaha menggoyang kepala daerah tersebut. dia cerita kalau saat itu dia bergerak benar benar atas nama LSM, jadi bukan sebuah organisasi fiktif. dia ikut di LSM itu karena bener bener butuh duit.

saat itu, duit baginya bukan soal sulit, rupiah demi rupiah mengalir begitu saja. tapi ada yang mengganjal menurutnya. “keluargaku tidak tenang mas, saya bahkan harus terusir dari rumah saya sendiri karena takut akan teror. keluarga saya, saya kontrakkan rumah berpindah pindah secara berkala. mereka takut mas.”, ucapnya suatu saat sambil menghela napas.

“kalo kata sebagian orang sih, kerja di LSM itu idealis mas. tapi sayangnya, idealisme kami itu setengah setengah. kami idealis di satu sisi, tapi menjadi penjahat di sisi yang lain. jadinya sebenarnya sama kotornya juga dengan apa yang kami musuhi itu.”, sambil tersenyum dia cerita tentang ini.

mungkin bukan hanya anggota LSM sih yang mengalami idealisme setengah setengah. seperti cerita saya di awal paragraf,  ada kontradiksi antara apa yang saya ucap di suatu waktu dengan apa yang saya kerjakan di waktu lain. idealisme setengah juga kan? Ha3x.

kita mungkin cenderung lunak dengan idealisme kita sendiri ketika berhadapan dengan hajat hidup kita, tapi di sisi lain, kita kadang sangat keras berusaha menegakkan idealisme kita kepada pihak lain. ambiguitas lagi. Ha3x.

maling itu kejahatan, lebih jahat mana maling yang juga teriak maling? menjadi orang bersih itu sangat baik menurut saya, tapi apakah penjahat yang teriak teriak tentang kesucian juga hal baik? (macam saya ini)

seberapa sering Anda mengaca diri? saya sangat sering, tapi ternyata lebih sering lupa dengan kotoran yang saya temukan saat mematut diri di depan cermin. 🙂

DISCLAIMER

*) tentang idealisme LSM, saya tidak mengeneralisir semua LSM seperti cerita saya diatas. saya hanya mengambil contoh sesuai apa yang saya ketahui disekitar saya.  mohon maaf jika ada yang tersinggung dengan pengambilan contoh LSM sebagai ilustrasi tulisan saya diatas.

Iklan

3 thoughts on “seberapa bersih diri kita?

  1. Untung ada disclaimer, coba nggak, bisa habis tulisan ini. hahahahahahahaha
    tapi, memang benar, menurut sumber berita dari luar negeri sana, LSM Indonesia pinter2 bikin SPJ fiktif kok… hehehehehehehe.. tapi tentunya tak semuanya begitu.. saya juga pernah aktif sekitar 3 tahunan jadi volunteer sebuah LSM yang memiliki akar massa besar.. dan tentunya bukan bemper penguasa lhoooo….

    kalo mo ngukur seberapa bersih diri kita, tanya aja pada rumput yang bergoyang.. juga bisa langsung tanya ke ebiet g ade kalo perlu, selaku pencipta lagunya.. hehehehehehe

    salam kenal

  2. bagus kali tulisan ini bro.. ^_^
    itulah kebanyakan manusia… semut di ujung pulau tampak, eh ada mas devy di depan mata malah gak kethok! Ups! 😛

    Passwordnya, banyak2 bercermin sama membuka diri kalik mas ya… biar yg ngingetin tmbah banyak dan gak diri sendiri thok.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s