sebuah sajak

Siapakah yang tak pernah melanggar hukum-Mu?
Bagaimanakah rasanya hidup tanpa dosa?
Jika Kauhukum dengan keburukan perbuatan burukku, Kau dan aku apakah bedanya?

Kau datang memecahkan guci anggurku, Tuhan.
Kau telah menghalangi jalan kesenanganku, Tuhan.
Anggurku yang merah delima ke atas lantai Kautumpahkan.
Semoga Tuhan mengampuniku, tetapi jangan-jangan Kau juga mabuk, Tuhan.

Tak ada, tak ada yang mereka ketahui, tiada yang ingin diketahui mereka.
Kau lihatlah orang-orang yang tidak tahu itu, mereka menguasai dunia.
Kau mereka katakan kafir, jika bukan bagian dari mereka.
Khayyam, ikuti jalanmu sendiri, abaikan mereka.

Sajak Omar Khayyam

Iklan

3 thoughts on “sebuah sajak

  1. Sdh saatnya Agama ‘berbernah’ diri. menyadari kmbali sisi sosial dan ikut terjun menggunakan pisau agama sbg jalan menuju kemakmuran yg diridhoiNya. bukan malah sibuk wiridan, sdng sok g tau dg kemiskinan, kebodohan dan keterpurukan yng saat ini diderita kaum Muslim. ok?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s