ketika kenangan menjadi awal mimpi

kok belakangan jadi melankolis and sok romantis ya? [emang biasane ora? :P]

studiosewelas group

mau ngomongin mimpi sebenarnya, tapi biar agak manis judulnya dikasih kenangan juga ;))

dulu waktu masih di malang, sering ngobrol2 ma kawan kawan, ngobrol tentang apa aja, tapi kalau sudah sampai ke cita cita (setelah ini akan aku sebut mimpi) seringnya kami agak berseberangan, sebagian kawan menganggap mimpi itu bukan hal penting. menurut kawan kawanku itu, dalam hidup itu yang penting menjalani apa yang ada sebaik mungkin, perkara ntar jadi A atau B itu urusan lain. sa’dermo nglakoni mungkin begitu istilahnya. tapi kalo sekedar sa’dermo nglakoni tanpa punya mimpi, itu disebut sa’dermo nglakoni yang kebablasan. tanpa mimpi, Alva Edison ndak mungkin bakal nemuin Lampu, atau Graham Bell yang ndak mungkin bakal nemuin Telpon.

nggak usah jauh jauh lah, adanya Republik Indonesia ini kan juga dari mimpi kakek dan nenek buyut kita dulu, mimpi yang disalurkan melalui perjuangan. akhirnya kita kita yang meraih mimpi mereka. πŸ™‚ karena sudah merdeka, sekarang saatnya bermimpi yang lain, mimpi Indonesia jadi negara(ndak yakin ma keberadaan bangsa Indonesia) yang mampu mensejahterkan rakyatnya lahir dan batin. aminnnn [-O-

dan ingat, siap menerima berarti siap juga kehilangan. semakin tinggi mimpi, semakin sakit rasa yang bakal kita terima ketika gagal meraih mimpi itu. resiko selalu berbanding lurus dengan keberhasilan kan? think big if you want to be big kata sebuah iklan.

sholahuddin pun mengawali hidupnya dengan mimpi untuk bisa bersujud di bumi palestina.

setelah sanggup bermimpi, monggo sami sami cancut taliwondo berusaha mewujdken mimpi mimpi itu. kalo cuman mimpi ndak begitu ada gunanya mas.

%%- good luck with your dream

Iklan

7 thoughts on “ketika kenangan menjadi awal mimpi

  1. sik dev, sedikit tambahan. orang bermimpi itu biasanya dalam keadaan tidur. jadi untuk mewujudkan mimpi kita harus bangun dulu. terus, ada perbedaan antara mimpi dengan imajinasi. biasanya kita nggak bisa mengatur akhir dari sebuah mimpi. kita hanya terhanyut di dalamnya. tetapi kalo imajinasi, kitalah yang menentukan bagaimana jalan ceritanya dan akhirnya. jadi secara pribadi aku lebih memilih mewujudkan imajinasiku daripada mewujudkan mimpi.

  2. setuju sama kang balung.
    yang ingin diwujudkan,
    ya didoakan, dimintakan pada Gusti Allah,
    dikejar, diusahakan.
    dan hendaknya (halah) sadar bahwa
    jalan menujunya (yang ingin diwujudkan)
    ngga akan alus-alus aja, dan lurus-lurus aja.
    jadi, siap2 ban serep, atau perban, atau PPPK πŸ™‚

    semoga selamat sampai tujuan πŸ™‚

  3. Sering kali kita mengejar MIMPI

    Seolah – olah impian itu adalah TARGET

    Susah payah penuh pengorbanan mimpi DIKEJAR

    Setelah tercapai kita akan kembali BERMIMPI

    Hidup adalah untuk IBADAH

    Ibadah itu bukanlah BERMIMPI

    Karena ibadah adalah hidup HARI INI

    Memaksimalkan HARI INI dan DETIK INI

    Masa depan adalah MISTERI

    Masa lalu adalah HISTORI

    Mimpi hanya membatasi KEMAMPUAN

    MAKSIMALKAN HARI INI UNTUK MASA DEPAN YANG LEBIH BAIK

    http://fusion-kandagalante.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s