Dukung RUU APP

Ini cerita Elly Risman, psikolog dari Yayasan Kita dan Buah Hati, saat berkunjung ke sebuah sekolah dasar di Jakarta. Saat hendak menyudahi acara, tiba-tiba seorang anak berdiri dan langsung berkata, ”Ibu Elly boleh tanya nggak?”

Elly pun dengan bijak menjawab, ”Boleh, Nak!” Bocah yang masih duduk di bangku kelas lima SD itu dengan lugunya bertanya, ”Bu, kalau saya sudah menikah, saya boleh menggauli istri saya dari depan, belakang, dan samping?”

Elly berbelalak. Ia mengaku langsung berkeringat dingin mendengarnya. ”Yang berkeringat bukan kepala saya, tapi telapak kaki saya. Saya takut, saya tidak bisa menjawab,” tandas Elly ketika mempresentasikan hasil temuannya dalam sebuah forum yang digelar istri Wakil Presiden, Hj Mufida Yusuf Kalla, Rabu (15/2).

diambil dari Republika.

Masih jauh lebih banyak masyarakat Indonesia yang menginginkan anak dan cucunya kelak menjadi manusia yang bersih dari pikiran pikiran kotor bernama PORNOGRAFI dan PORNOAKSI, daripada masyarakat yang selalu mengatasnamakan kesenian dan kebudayaan untuk mendukung aksi PORNOGRAFI dan PORNOAKSI macam ini http://jiwamerdeka.blogspot.com/.

Mulai dari kita
Mulai dari yang kecil
Mulai dari sekarang

Kalau tidak sekarang kapanlagi?

Iklan

25 thoughts on “Dukung RUU APP

  1. ah………..gua sih ga ikut ikutan yang penting gua bisa jaga iman dan amin gua.lagian gitu aja kok repot, kan tinggal di sahkan aja to………..

  2. wah… seneng ya, disini banyak dukung ruu app. cos, dmn2 adanya ya nolak. dan aku termasuk yg dukung (lho, egois bgt ya)… maaf.
    beneran, lega bca artikel ini. meski agak miris juga, tp, ini bisa jd acuan kalo ruu itu musti segera disahkan.
    aku nggak mau anakku rusak
    aku nggak mau adek2 ku dan ponakanku jd rusak
    kl ada berita di tv

    “Kenapa kamu melakukan hal ini (tdk asusila”
    jawab anak itu,”liat vcd porno!”

    smg ruu cepet disyahkan. dan getel nih… hehehe… maaaf kl egois yaaa

  3. emang kalo arab diinjak2 ya???
    perasaan kita deh,
    ga bangga ma budaya itmu2, ngikut2, en then,,,, males bgt kayak dulu lg (rapi en sopan)

  4. Seberapa banyak sih perempuan yang tidak merasa secure dengan adanya RUU APP bila dibandingkan dgn perempuan Indonesia seluruhnya ? Jelas segelintir wanita tsb tidak merasa secure, wong mereka terbiasa dengan mempertontonkan sensualitas mereka di ranah publik. Bahkan periuk nasinya dari hasil mempertontonkan tubuhnya tsb.

    Justru mereka lah yang merendahkan derajat perempuan Indonesia. Tapi mereka dgn lantangnya menyuarakan seakan-akan mewakili perempuan Indonesia seluruhnya.

    Selain itu mereka juga beralasan RUU APP sangat diskriminatif thd perempuan, krn perempuan dianggap sbg objek dan pelaku pornografi.

    Coba lihat lagi RUU APP, dalam pasal-pasal TIDAK SAMA SEKALI mengatakan perempuan/wanita.
    Kecuali di penjelasan, dijelaskan bagian-bagian sensualitas. Sekarang perempuan dan laki-laki memang secara fisik berbeda khan ? Tidak mungkin kita berargumen dgn persamaan gender utk masalah ini. Bentuk tubuh perempuan dan laki-laki jelas berbeda, begitu pula bagian-bagian yang membangkitkan birahi juga berbeda.

    Bila anda mempertentangkannya, harusnya anda menggugat TUHAN !
    Kenapa perempuan diberikan bentuk tubuh seperti ini ?
    Kenapa perempuan mempunyai banyak sekali bagian tubuh yang indah dan sensual yang menarik hasrat kaum laki-laki ?
    Kenapa diciptakan gender yang berbeda ? Kenapa tidak hanya satu gender saja, sehingga kaum perempuan tidak perlu capek-capek memperjuangkan persamaan gender dalam segala hal, termasuk bentuk fisik ?
    Kenapa perempuan diciptakan ?
    Kenapa perempuan (Hawa) diciptakan dari tulang rusuk laki-laki (Adam) ?

    Perempuan dan laki-laki dikaruniai hasrat/birahi dalam memandang lawan jenisnya. Dan perempuan dikaruniai lebih banyak bagian tubuh yang indah yang menarik bagi kaum laki-laki. Saya setuju bahwa tubuh perempuan itu mengandung nilai seni dan sensualitas yang tinggi bila di pandang oleh kaum laki-laki yang normal maka hasrat kaum laki-laki itu akan terpancing.

    Tapi pertanyaannya apakah itu harus dipertontonkan ke ranah publik ? Yang jelas itu men-drive hasrat birahi kaum laki-laki.
    Apakah mereka berhak menjual bentuk tubuhnya untuk diperlihatkan ke kaum laki-laki hidung belang ?
    Apakah kita wajib melindungi kaum perempuan yang justru merendahkan kaum perempuan itu sendiri ?

    RUU APP BUKAN menyeragamkan budaya, BUKAN menyeragamkan dalam berpakaian, BUKAN untuk memaksakan aturan suatu agama.
    RUU APP dapat mengangkat suatu kaum/suku yang masih berpakaian / pola hidup yang tertinggal dan kurang beradab, bukan untuk menangkapnya, kenapa ? Karena mereka bukan dgn sengaja mempertontonkannya. Tapi ini merupakan tugas kita untuk menjadikan mereka lebih beradab dalam era globalisasi ini

    RUU APP ini justru utk mendefinisikan Pornografi dan Pornoaksi krn di UU yang ada tidak jelas batasan melanggar kesusilaan.
    RUU APP ini hanya meminta warga negaranya berpakaian secara sopan, tidak untuk memancing birahi lawan jenisnya (baik laki-laki dan perempuan)
    RUU APP melindungi kaum perempuan Indonesia dari pihak-pihak yang justru merendahkan kaum perempuan dengan dijadikan objek yang laku dijual dan dibeli oleh kaum laki-laki hidung belang.
    RUU APP melindungi moral anak-anak kita dari bahaya pornografi yang nantinya mereka tidak fokus dalam belajar dan membangun masa depan bangsa dengan keilmuannya bukan dengan mempertontonkan tubuhnya atau bahkan melacurkan dirinya.

    Janganlah kalian EGOIS karena saat ini kita dapat menikmati keindahan tubuh perempuan.
    Janganlah kalian EGOIS karena saat ini job order untuk tampil dan terkenal dengan mempertontonkan tubuh kalian.
    Janganlah kalian mengeruk profit dari mempertontonkan tubuh perempuan yang justru menghinakan/merendahkan kaum perempuan.

    Lihatlah masa depan bangsa… lihatlah masa depan anak-anak bangsa yang masih lucu dan lugu dan mereka sedang giat belajar.
    Jangan ganggu dan usik mereka oleh media pornografi.
    Jangan hina harga diri mereka ketika mereka tahu ibunya mempertontonkan keindahan tubuhnya demi kaum lelaki.

    Bila mereka terganggu, mereka tidak akan fokus belajar demi ilmu untuk masa depan mereka dan masa depan bangsa.
    Mereka akan terjerumus ke fantasi mereka dengan melihat media pornografi akhirnya mereka akan terjerumus ke dalam dunia free sex.
    Akhirnya perempuan juga yang akan menjadi korban: hamil. Dan berikutnya perbuatan dosa lagi yang mereka lakukan, yaitu Aborsi
    Atau lahir seorang anak yang tidak diketahui Bapaknya, atau Bapaknya tidak bertanggung jawab.
    Kasihan kaum perempuan bila menanggung beban seperti itu.

    Apakah mereka bisa membangun negaranya ?

    Tanggung jawab siapakah ini ?

    Jelas tanggung jawab kita sekarang ini. Sama seperti kita memberantas Narkoba agar kita tidak hilang generasi penerus. Sama seperti kita mempertahankan Sumber Daya Alam untuk anak cucu kita kelak. Sama dengan menyelesaikan hutang negara agar anak kita tidak terbebani oleh hutang negara. Sama dengan kita melestarikan hutan saat ini demi anak cucu kita.

  5. Sebelum kasih komen, gua mau kenalin diri gue sebagai seorang pendatang baru.Mohon bantuannya ^_^.
    Gue dah baca komen2 kalian ttg RUU APP.Keren2 ternyata. Sekarang gantian gue yg kasih pendapat.

    Buat masalah ini gue punya 2 pendapat, gak setuju dan setuju.

    Gue gak setuju apabila pasal2 dalam RUU APP masih mengandung pengertian yang salah tentang ketelanjangan. Gue kasih tau, mungkin selama ini kita tanpa sadar telah hidup dalam nilai2 patriarki yg lebih meninggikan derajat laki2 dibandingkan wanita.Laki2 selalu dipandang sebagai otak, sedang wanita hanya dipandang sebagai tubuh (tanpa otak).Betul kata fidi, Ibu Kartini bakal nangis bombay kalau RUU APP disahkan TANPA PERTIMBANGAN YANG MATANG. Gue kasih satu contoh pasal yang tergolong diskriminatif terhadap wanita, yaitu pasal 21: Dilarang membuat tulisan, rekaman, foto, puisi, atau gambar yg mengeksploitasi daya tarik tubuh tertentu yg ‘sensual’ dari org dewasa.

    Hei, gk smua nyanyian mengandung unsur erotis kan? Apa lirik Sedang Ingin Bercintanya Dewa itu erotis? Nggak. Gue pikir itu adalah ungkapan hati seseorang yang ingin mencintai kekasihnya secara tulus. Pengertian ‘bercinta’ gak selalu mengarah ke ML kan?
    tanpa kita sadari nilai2 patriarki itu mulai merasuk dalam darah daging masyarakat. Pelacur dianggap hina, padahal siapa yang PERTAMA KALI MENYEBABKAN dirinya menjadi pelacur? Siapa yang menciptakan Playboy, Hustler, & segudang majalah erotis lainnya kalau bukan kaum pria?

    RUU APP sangat2 mengusung nilai2 patriarki dalam pasal2nya. Bisa lo semua bayangin kalau seandainya jadi disahkan? Bangsa kita bukannya malah maju, tapi tambah mundur. Bukannya makin menyehatkan kaum wanita, malah akan semakin memojokkan mereka. Dengan mengatasnamakan RUU APP,kekerasan terhadap wanita pun akan semakin meningkat.

    Gue baru bisa berkata setuju ttg pengesahan UU itu apabila pasal-pasalnya DIROMBAK TOTAL atau tidak ada sama sekali dengan syarat Pemerintah mampu mengakselerasikan pendidikan mental secara merata terhadap masyarakat. Sebab pendidikan rupanya hanyalah satu-satunya pertahanan terakhir bangsa Indonesia saat ini.

    (bwat yg pingin email aku, kirim ke bellamymatt2000@yahoo.com)

  6. Itulah efek dari maraknya pornografi dan pornoaksi. Pornografi dan pornoaksi haram hukumnya. Keliru kalau dikatakan RUU APP mendiskirminasikan perempuan justru RUU ini akan melindungi perempuan. Kasian saudara-saudara kita yang jadi korban kekerasan seksual sampai hari ini masih trauma.

  7. klo aq sech setuju-setuju aj sm ruu ini.qt sbg ce hrsnya bangga donk, kan qt jadi terlindungi…. ya tp tersrh dech, pendpt orng kan masng2. whatever will b, will b!!!!!!!

  8. Kalo boleh nimbrung.., RUU APP ini tujuan globalnya nya sih benar cuman caranya aja yang kurang benar.
    Bobroknya bangsa ini sekarang bukan dari masalah Porno aksi tapi dari budaya korupsi, system yang buruk, birokrasi mbulet, kesejahteraan rendah, Pendidikan rendah akibat biaya pendidikan tinggi. Hemat saya, maksimalkan saja pasal2x dulu tentang aturan porno. dari pada ngurusin RUU APP mending pikirkan nasib kesejahteraan bangsa ini terutama Pendidikan masyarakat yang rendah. Kita rakyat kecil tidak bakalan mikirin RUU APP disahkan atau tidak. Rakyat kecil hanya mikirin cara mengatasi biaya hidup yang selalu naik terus, BBM naik, listrik naik, dll dan biaya pendidikan juga tidak murah Kayaknya itu deh yang harus diperhatikan betul2x oleh pemerintah dan aggota DPR kita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s