Muak

  • Muak dengan infotainment yang gak punya hati, cuman ngejar rating dan iklan, gak peduli ma perasaan orang, privasi orang. Betul betul sesuatu yang memuakkan. Kalo menggosip (ghibbab, bener gini nulisnya?) bisa membatalkan puasa, berarti semua orang yang ada hubungannya ma acara infotainment gak pernah ada yang puasa (lha batal terus).
  • Muak dengan media yang sok suci, yang ngungkap kebobrokan negeri ini tanpa mikir lebih jauh dampaknya bagi masyarakat, yang juga cuman ngejar rating dan iklan. Apa kalo memberitakan bakso tikus lantas jadi pahlawan masyarakat? Menjadi orang yang sukses mengungkap konspirasi elit tentang pertikusan? Apa nggak da cara lain buat menghapus bakso tikus kecuali dengan cara itu? Apakah tidak lebih arif jika melakukan pendidikan langsung kepada penjual tanpa publikasi? Apa nggak pernah mikir dampaknya kepada masyarakat jika berita itu muncul? Ditaruh dimana otak sang produser acara itu? Berapa jiwa yang menjadi kelaparan karena dagangan bapak ibunya nggak laku karena masayarakat jadi takut membeli dari pedagang kecil (takut dicampur tikus). (sempat ngobrol dengan penjual bakso yang cerita kalo sekarang sampai jam 12 malempun dagangannya belum tentu abis, biasanya jam 11 malem dah siap2 pulang karena dah habis)
  • Muak dengan devie yang cuman bisa ngoceh tanpa aksi. NATO lu!
Iklan

11 thoughts on “Muak

  1. wah tenan toh… sentimen karo aku ! link mu wes tak beneri lho dev.. hajigursumur kie….
    wes dikandani yen ngombeo antasid/mylanta cik gak muak muntah kok ga percoyo,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s