angkuh
kota kita, tetap saja dengan kesunyiaanya. kerlip lampu, deru kendaraan hanya sekerlip dan selintas mata. tawa pagi selepas subuh masih tetap menyapa. kabut pagi kadang masih rela hadir. tapi selalu saja ada yang kurang setiap aku menginjakkan kaki disana. senyummu belum juga ada. kotamu sekarang, terlalu angkuh dan egois untuk membagi wangi tubuhmu denganku.
Devi banget..
delman itu melintas di stasiun kotalama, meninggalkan riuh ketukan dan debu, menambah panasnya aspal yang kusam oleh arang knalpot motor dan angkot. anak-anak sekolah berlarian seperti takut ketinggalan angin. terik menyilaukan mata membuatnya seperti melihat bianglala, bukan! bukan fatamorgana, ternyata seorang bunga yang melambaikan mahkotanya
Berbagi tulisan boleh kan, gara-garanya untuk pertama kali aku liat delman lewat depan kantor melintas jalanan kota (kok g ada polisi dari pos depan stasiun yang ngejar y???)
arina
January 31, 2008 at 9:14 am
ngene iki sakjane opo toh?
Anton
February 1, 2008 at 12:00 am
kerumunan bangunan yang terangka di antara belantara beton, diterpa angin panas anak badai pancaroba kesiangan. Selokannya mengalir peluh-peluh keringat dari jutaan wajah kasar hitam diperas mimpi dan digoreng nafsu yang beranak pinak lestari.
Ah, mending minggir dikit ke bogor, walau agak basah dikit:)
Iip
February 1, 2008 at 10:15 am
#arina: ah, kau ternyata disana bunga. telah banyak detik yang terlewat untuk mencarimu. ijinkan aku merapat, ingin kuhirup sedikit wangimu, kunikmati sekejap cantikmu.
#komenk: lha opo hayo?
#Iip: bukan impian mengecup kotor udaranya. bukan pula rindu yang menghantarkan pesing selokan.
salam kenal kawan,
awaloeddin devie
February 4, 2008 at 8:26 pm
keren dep
, nang ndi koe saiki? sek nang NTS?
goz
February 5, 2008 at 1:34 am
#goz: still in NTS. ada tawaran lebih baik ta?
awaloeddin devie
February 5, 2008 at 8:55 am
Tersibak kelopak organdi, samar berdiri tubuh tegap dan mengernyit menatap dunia, menggigilku dalam gerah saat embun itu turun prematur, mahkota ini seperti tak siap melihat mimpi indahnya..
arina
February 5, 2008 at 10:31 am