Archive for January 2008
angkuh
kota kita, tetap saja dengan kesunyiaanya. kerlip lampu, deru kendaraan hanya sekerlip dan selintas mata. tawa pagi selepas subuh masih tetap menyapa. kabut pagi kadang masih rela hadir. tapi selalu saja ada yang kurang setiap aku menginjakkan kaki disana. senyummu belum juga ada. kotamu sekarang, terlalu angkuh dan egois untuk membagi wangi tubuhmu denganku.