Archive for November 2006
ketika kenangan menjadi awal mimpi
kok belakangan jadi melankolis and sok romantis ya? [emang biasane ora?
]

mau ngomongin mimpi sebenarnya, tapi biar agak manis judulnya dikasih kenangan juga
)
dulu waktu masih di malang, sering ngobrol2 ma kawan kawan, ngobrol tentang apa aja, tapi kalau sudah sampai ke cita cita (setelah ini akan aku sebut mimpi) seringnya kami agak berseberangan, sebagian kawan menganggap mimpi itu bukan hal penting. menurut kawan kawanku itu, dalam hidup itu yang penting menjalani apa yang ada sebaik mungkin, perkara ntar jadi A atau B itu urusan lain. sa’dermo nglakoni mungkin begitu istilahnya. tapi kalo sekedar sa’dermo nglakoni tanpa punya mimpi, itu disebut sa’dermo nglakoni yang kebablasan. tanpa mimpi, Alva Edison ndak mungkin bakal nemuin Lampu, atau Graham Bell yang ndak mungkin bakal nemuin Telpon.
nggak usah jauh jauh lah, adanya Republik Indonesia ini kan juga dari mimpi kakek dan nenek buyut kita dulu, mimpi yang disalurkan melalui perjuangan. akhirnya kita kita yang meraih mimpi mereka.
karena sudah merdeka, sekarang saatnya bermimpi yang lain, mimpi Indonesia jadi negara(ndak yakin ma keberadaan bangsa Indonesia) yang mampu mensejahterkan rakyatnya lahir dan batin. aminnnn [-O-
dan ingat, siap menerima berarti siap juga kehilangan. semakin tinggi mimpi, semakin sakit rasa yang bakal kita terima ketika gagal meraih mimpi itu. resiko selalu berbanding lurus dengan keberhasilan kan? think big if you want to be big kata sebuah iklan.
sholahuddin pun mengawali hidupnya dengan mimpi untuk bisa bersujud di bumi palestina.
setelah sanggup bermimpi, monggo sami sami cancut taliwondo berusaha mewujdken mimpi mimpi itu. kalo cuman mimpi ndak begitu ada gunanya mas.
%%- good luck with your dream